This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

January 25, 2020

Asal-usul Kitab Kuning, Sejarah dan Perkembangannya

kitab kuning murah


Istilah Kitab Kuning pada mulanya diperkenalkan oleh kalangan luar pesantren sekitar dua dasawarsa yang silam dengan nada merendahkan. Dalam pandangan mereka, ia dianggap sebagai kitab yang berkadar rendah, ketinggalan zaman dan menjadi salah satu penyebab terjadinya stagnasi berfikir umat Islam (Mochtar, 2009: 32).

"Kitab Kuning" awalnya digunakan sebagai istilah untuk melecehkan dan menghinakan oleh orang-orang yang tidak senang dengan ulama. Mereka mengejek dengan mengatakan, "Apa yang diketahui oleh ulama tentang urusan Negara, sementara mereka tidak membaca  kecuali kitab kuning saja" (Ali Mustafa Yaqub, 2016: 23).

Awalnya sangat menyakitkan memang, tetapi kemudian nama Kitab Kuning diterima sebagai salah satu istilah teknis dalam studi kepesantrenan. Sekarang justru istilah Kitab Kuning menjadi bentuk kemuliaan. Ketika ada yang berfatwa dalam masalah agama, masyarakat langsung berkomentar, "Bagaimana mungkin orang ini berfatwa, sementara membaca kitab kuning saja ia tidak bisa.

Karena itulah ketika pelaksanaan Simposium Nasional I di Bogor 25 - 27 Januari 1994 KH. Masyhuri Syahid, MA mengusulkan agar simposium ini dapat membuat rekomendasi untuk mengganti istilah kitab kuning dengan istilah yang lebih baik, misalnya dengan istilah al-kutub al-qadimah.
Sementara itu, pengertian yang lebih umum beredar dikalangan pemerhati masalah kepesantrenan, bahwa Kitab Kuning adalah kitab-kitab keagamaan berbahasa arab, atau berhuruf arab, sebagai produk pemikiran ulama-ulama masa lampau (as-salaf) yang ditulis dengan format khas par-modern, sebelum abad ke-17-an M.

Secara lebih terperinci bahwa yang termasuk kitab kuning adalah kitab-kitab yang 1) ditulis oleh ulama 'asing', tapi secara turun temurun menjadi referensi yang dipedomani oleh para ulama Indonesia, 2) ditulis oleh ulama Indonesia sebagai karya tulis 'independen', dan 3) di tulis oleh ulama Indonesia sebagai komentar atau terjemahan atas kitab karya ulama asing (Mochtar, 2009: 33), yang jumlahnya sekitar 900 judul. Kebayakan ditulis dalam bahasa Arab, Melayu, Jawa, Sunda, Madura dan Aceh (Bruinessen, 2015: 151).

Di wilayah Timur Tengah, Kitab Kuning ini disebut dengan al-kutub al-qadimah, sebagai kebalikan dari al-kutub al-'ashriyyah.

Di kalangan pesantren Kitab Kuning, karena tidak dilengkapi dengan sandangan; fathah, dlammah, kasrah, kerap disebut dengan "Kitab Gundul", dan karena rentang waktu sejarah yang jauh dari kemunculannya sekarang, Kitab Kuning itu pun tidak luput dari sebutan "Kitab Kuno" (Mochtar, 2009: 34).

Kitab Kuning ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) penyusunannya dari yang lebih besar terinci ke yang lebih kecil, seperti kitabun, babun, fashlun, far'un, dan seterusnya; 2) tidak menggunakan tanda baca yang lazim, tidak memakai titik koma, tanda seru, tanda tanya dan lain sebagainya; dan 3) selalu digunakan istilah dan rumus-rumus tertentu seperti untuk menyatakan pendapat yang kuat dengan memakai istilah al-madzhab, al-ashlah, al-shahih, al-arjah, al-rajih dan seterusnya, untuk menyatakan kesepakatan antar ulama beberapa madzhab digunakan istilah ijtima'an, sedang untuk menyatakan kesepakatan antar ulama satu madzhab digunakan istilah ittifaqan (Qomar, 2004: 172). Pergeseran dari satu sub topik ke sub topik yang lain, tidak dengan menggunakan alinea baru, tetapi dengan pasal-pasal atau kode sejenis seperti: tatimmah, muhimmah, tanbih, par' dan lain sebagainya (Mas'udi, 1979).

Kitab-kitab kuning di pesantren secara umum terdiri dari tiga jenis yaitu kitab matn, kitab syarah (komentar) dan kitab hasyiyah (komentar atas kitab komentar). Tiga jenis kitab ini juga menunjukkan tingkat kedalaman dan kesulitan tertentu. Kitab matn paling mudah dikuasai, kitab hasyiyah paling rumit, sedang kitab syarh berada di antara keduanya. Tampaknya kitab syarh ini yang paling banyak dipelajari di pesantren (Qomar, 2004: 127).

Spesfikasi Kitab Kuning secara umum terletak pada formatnya (lay-out), yang terdiri dari dua bagian, matn selalu diletakkan dibagian pinggir (margin, baik sebelah kanan mupun kiri), sementara syarh di letakkan di ruang tengah di dalam kurung (halaman). Ukuran panjang-lebar kertas yang digunakan pada umumnya kira-kira 26 cm ukuran quarto.

Ciri khas lainnya terletak pada pejilidannya yang tidak dijilid seperti buku. Ia hanya dilipat setiap kelompok halaman, misalnya 20 halaman, yang dikenal dengan istilah korasan. Tujuannya mungkin agar mudah dibawa secara terpisah, karena setiap berangkat ke pengajian santri biasanya hanya membawa korasan tertentu saja sebagai bagian yang akan dipelajari bersama sang kiai (Mochtar, 2009: 34). Selain itu juga lebih memudahkan pembaca untuk menelaahnya sambil santai atau tiduran, tanpa harus menghotong semua 'tubuh' kitab yang kadang mencapai ratusan halaman.

Surat kabar adalah satu-satunya jenis bacaan populer pada masa kini yang masih menganut sistem korasan yang panatik. (Masdar F. Masudi dalam Raharjo, 1985: 56). Beda dengan surat kabar, Kitab Kuning saat ini sudah merubah wajahnya, ia tidak lagi menggunakan sistem korasan.  Kitab Kuning cetakan baru sudah memakai kertas putih, sebagian sudah diberi syakl (tidak gundul lagi), terkadang dibubuhi dengan tanda baca serta diberi alinea, untuk memudahkan membacanya, dan sebagian besar telah dijilid rapi. Bahkan lantaran respon dunia Islam terhadap kebudayaan modern, maka muncul berbagai kitab modern, kitab-kitab akademis yang banyak menggunakan metode penulisan dan analisis Barat, sehingga berbeda dengan kitab-kitab klasik.

Suatu saat Kitab Kuning bisa saja tinggal namanya saja, tidak menunjukkan kepada makna yang sebenarnya, bahwa Kitab Kuning adalah kitab klasik yang dicetak menggunakan kertas berwarna kuning. Anak cucu kita yang belajar di pesantren bisa saja kebingungan kenapa kitab-kitab yang dipelajarinya di sebut dengan Kitab Kuning, padahal  kitab-kitab itu dicetak dengan kertas berwarna putih. Atau bisa juga nama Kitab Kuning menjadi redup dan menghilang di telan zaman sehingga tidak disebut sebagai Kitab Kuning lagi.

Wallahu'alam..

Share:

March 21, 2019

Lirik Sholawat Busyrolana dan Artinya





بُشْرَىلَنَا نِلْنَاالْمَُى . زَالَ الْعَنَى وَافَالْهَنَا 

Busyra lana nil nal muna. Ja lal ana wa fal hana

Kebahagiaan milik kami kerana kami memperoleh harapan. Dan hilang sudah semua kesusahan, lengkap sudah semua kebahagiaan.

وَالدَّهْرُاَنَجْزَوََعْدَهُ . وَالْبِشْرُاَضْحَى مُعْلَنَا

Wad dah ru anjaza waq da ru. Wal bisy ru at ha muk la na

Dan waktu sudah menepati janjinya. Dan kebahagaan menampakkan kemuliaan kami. Berlumuran dengan wangian kegembiraan menanti pertemuan dengan insan termulia.

يَانَفْسُ طِيبِي بِاللَّقَا يَاعَيْنُ قَرَّى اَعْيُنَا

Ya naksu tibibil liko. Ya ainu korri akyuna
Wahai nafsu, puaslah dengan perjumpaan ini. Wahai mata, sejukkanlah semua mata kami.

هََذَاجَمَالُ الْمُصْطَفَى . اَنْوَارُهُ لاَ حَتْ لَبَا
Haza jamalul muktona. Anwa ruha la hatlana
Lihat! Inilah keindahan al-Musthafa . Cahayanya lebih kelihatan dan mempersona bagi kita semua.

يَا طَيْبَةُ مَا ذَانَقُولْ وَفِيكِ قَدْ خَلَّ الرَّسُولْ

Ya toibatul mazanakul. Wa fiki kod hallarasul
Duhai Thaibah (Madinah), apa yang dapat kami katakan?. Jika Rasul telah mendiami wilayahmu.

وَاُلُّنَانَرْجُواْلوُصُولْ. لـِمُحمَّدٍ نَبِــيَّنَا

Wakullu narjulusul. Limuhammadilnabil yana
Dan kami semua ingin berjumpa. Dengan Muhammad, nabi kami.
يَارَوْضَةَالْهَادِالشَّفِيعِ . وَصَاحِبَتِهِ وَالْبَقِيعِ

Yarau tohal hadisy safiq. Waso i batihiwalbakiq
Duhai taman Nabi, pembawa petunjuk dan pemberi syafaat. Dan kedua temannya serta tanah Baqi'

اُاْتُبْ لَنَا نَحْنُالْجَمِيعُ . زِيَادَةًلِحَبِيبِنَا

Altublana nahnul jamiq. Ziya rojanlihabibina
Catatlah kami semua. Bahawa kami berziarah kepada kekasih kami.

صَلَّ وَسَلَّمْ يَا سَلاَمْ . عَلَى النَّبِى مَا حِى الظَّلاَمْ

Solli wa sallim ya sallam. Alan nabi mahiz zolam
Wahai Tuhan Maha Pemberi Salam, berikan selawat dan salam. Kepada Nabi menghilangkan kegelapan.

وَالْأَلِ وَالصَّحْبِ الْاِرَامْ . مَا أُنْشِدَتْ بُشْرَى لَنَا

Wal a li wassohbil lirom. Ma unsyidat busyra lana
Juga keluarga, para sahabat yang mulia. Selama dilagukan qasidah "Busyro Lana"
Share:

August 13, 2017

Download Sholawat Ceng Zam Zam - Annabi Sholu'alaih

 ini gan Link download sholawat Ceng Zam Zam yang Vol 5 , sholawat yang paling populer bagi kaum remaja nii hehe :D
Hasil gambar untuk ceng zamzam annabi shollu alaih


>>LINK DOWNLOAD
Share:

August 8, 2017

Pengenalan Kitab Safinatun Najah (Kitab Fiqih)

Penulis kitab safinah adalah seorang ulama besar yang sangat terkemuka yaitu Syekh Salim bin Abdullah bin Saad bin Sumair Al hadhrami. Beliau adalah seorang ahli fiqh dan tasawwuf yang bermadzhab Syafi'i. Selain itu, beliau adalah seorang pendidik yang dikenal sangat ikhlas dan penyabar, seorang qodhi yang adil dan zuhud kepada dunia, bahkan beliau juga seorang politikus dan pengamat militer negara­-negara Islam. Beliau dilahirkan di desa Dziasbuh, yaitu sebuah desa di daerah Hadramaut Yaman, yang dikenal sebagai pusat lahirnya para ulama besar dalam berbagai bidang ilmu ke­agamaan. Sebagaimana para ulama besar lainnya, Syekh Salim me­mulai pendidikannya dengan bidang Al-Qur'an di bawah peng­awasan ayahandanya yang juga merupakan ulama besar, yaitu Syekh Abdullah bin Sa'ad bin Sumair. Dalam waktu yang singkat Syekh Salim mampu menyelesaikan belajarnya dalam bidang Al-Qur'an tersebut, bahkan beliau meraih hasil yang baik dan prestasi yang tinggi. Beliau juga mempelajari bidang­-bidang lainnya seperti halnya ilmu bahasa arab, ilmu fiqih, ilmu ushul, ilmu tafsir, ilmu tasawuf, dan ilmu taktik militer Islam. Ilmu-ilmu tersebut beliau pelajari dari para ulama besar yang sangat terkemuka pada abad ke-13 H di daerah Hadhramaut, Yaman. 


Tercatat di antara nama-nama gurunya adalah:
  1. Syekh Abdullah bin Sa'ad bin Sumair 
  2. Syekh Abdullah bin Ahmad Basudan 

Setelah mendalami berbagai ilmu agama, di hadapan para ulama dan para gurunya yang terkemuka, beliau memulai langkah dakwahnya dengan berprofesi sebagai Syekh Al Qur'an. Di desanya, pagi dan sore, tak henti-hentinya beliau mengajar para santrinya dan karena keikhlasan serta kesa­barannya, maka beliau berhasil mencetak para ulama ahli Al-Qur'an di zamannya. Beberapa tahun berikutnya para santri semakin bertambah banyak, mereka berdatangan dari luar kota dan daerah-daerah yang jauh sehingga beliau merasa perlu untuk menambah bidang-bidang ilmu yang hendak diajar­kannya seperti: ilmu bahasa arab, ilmu fiqih, ilmu ushul, ilmu tafsir, ilmu tasawuf, dan ilmu taktik militer Islam.

Syekh Salim telah berhasil mencetak para ulama yang terkemuka di zamannya, tercatat di antara mereka adalah:
  1. Habib Abdullah bin Toha Al-Haddar Al-Haddad. 
  2. Syekh Al Faqih Ali bin Umar Baghuzah. 

Selain sebagai seorang pendidik yang hebat, Syekh Salim juga seorang pengamat politik Islam yang sangat disegani, beliau banyak memiliki gagasan dan sumbangan pemikiran yang menjembatani persatuan umat Islam dan membangkitkan mereka dari ketertinggalan. Di samping itu beliau juga banyak memberikan dorongan kepada umat Islam agar melawan para penjajah yang ingin merebut daerah-daerah Islam.

Pada suatu ketika Syekh Salim diminta oleh kerajaan Kasiriyyah yang terletak di daerah Yaman agar membeli per­alatan perang tercanggih pada saat itu, maka beliau berangkat ke Singapura dan India untuk keperluan tersebut. Pekerjaan beliau ini dinilai sangat sukses oleh pihak kerajaan yang kemudian mengangkat beliau sebagai staf ahli dalam bidang militer kerajaan. Dalam masa pengabdiannya kepada umat melalui jalur birokrasi beliau tidak terpengaruh dengan cara­-cara dan unsur kedholiman yang merajalela di kalangan me­reka, bahkan beliau banyak memberikan nasehat, kecaman dan kritikan yang konstruktif kepada mereka.

Pada tahun-tahun berikutnya Syekh Salim diangkat men­jadi penasehat khusus Sultan Abdullah bin Muhsin. Sultan tersebut pada awalnya sangat patuh dan tunduk dengan segala saran, arahan dan nasehat beliau. Namun sayang, pada tahun­-tahun berikutnya ia tidak lagi menuruti saran dan nasehat beliau, bahkan cenderung meremehkan dan menghina, kon­disi tersebut semakin memburuk karena tidak ada pihak-pihak yang mampu mendamaikan keduanya, sehingga pada puncaknya hal itu menyebabkan keretakan hubungan antara keduanya. Dengan kejadian tersebut, apalagi melihat sikap sultan yang tidak sportif, maka Syekh Salim memutuskan untuk pergi meninggalkan Yaman. Dalam situasi yang kurang kondusif akhirnya beliau meninggalkan kerajaan Kasiriyyah dan hijrah menuju India. Periode ini tidak jelas berapa lama beliau berada di India, karena dalam waktu berikutnya, beliau hijrah ke negara Indonesia, tepatnya di Batavia atau Jakarta.

Sebagai seorang ulama terpandang yang segala tindakan­nya menjadi perhatian para pengikutnya, maka perpindahan Syekh Salim ke pulau Jawa tersebar secara luas dengan cepat, mereka datang berduyun-duyun kepada Syekh Salim untuk menimba ilmu atau meminta do'a darinya. Melihat hal itu maka Syekh Salim mendirikan berbagai majlis ilmu dan majlis dakwah, hampir dalam setiap hari beliau menghadiri majlis-­majlis tersebut, sehingga akhirnya semakin menguatkan posisi beliau di Batavia, pada masa itu. Syekh Salim bin Sumair dikenal sangat tegas di dalam mempertahankan kebenaran, apa pun resiko yang harus diha­dapinya. Beliau juga tidak menyukai jika para ulama mende­kat, bergaul, apalagi menjadi budak para pejabat. Seringkali beliau memberi nasihat dan kritikan tajam kepada para ulama dan para kiai yang gemar mondar-mandir kepada para pejabat pemerintah Belanda. Martin van Bruinessen dalam tulisan­nya tentang kitab kuning (tidak semua tulisannya kita sepakati) juga sempat memberikan komentar yang menarik terhadap tokoh kita ini.

Dalam beberapa alenia dia menceritakan per­bedaan pandangan dan pendirian yang terjadi antara dua orang ulama besar, yaitu Sayyid Usman bin Yahya dan Syekh Salim bin Sumair yang telah menjadi perdebatan di kalangan umum. Pada saat itu, tampaknya Syekh Salim kurang setuju dengan pendirian Sayyid Usman bin Yahya yang loyal kepada pemerintah kolonial Belanda. Sayyid Usman bin Yahya sendiri pada waktu itu, sebagai Mufti Batavia yang diangkat dan disetujui oleh kolonial Belanda, sedang berusaha menjem­batani jurang pemisah antara `Alawiyyin (Habaib) dengan pemerintah Belanda, sehingga beliau merasa perlu untuk mengambil hati para pejabatnya.

Oleh karena itu, beliau mem­berikan fatwa-fatwa hukum yang seakan-akan mendukung program dan rencana mereka. Hal itulah yang kemudian menyebabkan Syekh Salim terlibat dalam polemik panjang dengan Sayyid Usman yang beliau anggap tidak konsisten di dalam mempertahankan kebenaran. Setelah berdua bertemu dan berdiskusi langsung mendapat penjelasan yang jitu dan mantap atas siasat dan strategi Sayyid Utsman bin Yahya maka Syaekh Salim taslim dan paham atas segala tindakan Habib Utsman bin Yahya yang terjadi pada waktu itu, yang jelas cerita tersebut cukup kuat untuk menggambarkan kepada kita tentang sikap dan pendirian Syekh Salim bin Sumair yang sangat anti de­ngan pemerintahan yang dholim, apalagi para penjajah dari kaum kuffar.

Walaupun Syekh Salim seorang yang sangat sibuk dalam berbagai kegiatan dan jabatan, namun beliau adalah seorang yang sangat banyak berdzikir kepada Allah SWT dan juga dikenal sebagai orang yang ahli membaca Al Qur'an. Salah satu temannya yaitu Syekh Ahmad Al-Hadhrawi dari Mekkah mengatakan: "Aku pernah melihat dan mendengar Syekh Salim menghatamkan Al Qur'an hanya dalam keadaan Thawaf di Ka'bah". Syekh Salim meninggal dunia di Batavia pada tahun 1271 H (1855 M). Beliau telah meninggalkan beberapa karya ilmiah di antaranya Kitab Safinah yaitu kitab yang sudah kita terjemahkan ini. Al-Fawaid AI-Jaliyyah. Sebuah kitab yang mengecam sistem perbankan konfensional dalam kaca mata syari'at

Daftar Isi


Share:

August 7, 2017

Annabi Shollu ’Alaihi Versi Ceng Zam Zam

Annabiy Shollu ’Alaihi
Sholawatullahi ’Alaihi
Wayam Na’ul Barokah
Kulluman Sholla ’Alaihi

Annabiy Ya Hadhirin ’Ilamu ’Ilmal Yakin
Annabiy Ya Hadhirin ’Ilamu ’Ilmal Yakin
Annarobbal ’Alamiin Faradhosholawatullahi ’Alaihi

Annabiy Shollu ’Alaihi
Sholawatullahi ’Alaihi
Wayam Na’ul Barokah
Kulluman Sholla ’Alaihi

Annabiy Ya Manhadhor Annabiy Khoirul Basyar
Annabiy Ya Manhadhor Annabiy Khoirul Basyar
Mandana Lahul Qomar Wanazal Salam ’Alaihi

Annabiy Shollu ’Alaihi
Sholawatullahi ’Alaihi
Wayam Na’ul Barokah
Kulluman Sholla ’Alaihi

Annabiy Dzakal ’Aruus Dzikruhu Yuhyi Nufuus
Annabiy Dzakal ’Aruus Dzikruhu Yuhyi Nufuus
Annashoro Wal Majus Aslamu Baina Yadaihi


Alhasan Tsumal Husain Linnabi qurrotul ’Aini
Alhasan Tsumal Husain Linnabi qurrotul ’Aini
Nuruhum Kalkaukabain Jadduhum Shollu ’Alaihi
Share:

Ya Thoybah

Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana…
Isytaqnalik (Wal Hawa Nadaana 2x)

Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana…
Isytaqnalik (Wal Hawa Nadaana 2x)

Ya ’Ali Yabn Abi Tholib
Minkumul Masdarul Mawahib
Ya Turo Hal ’Uro Li Haajib
’Indakum (Afdholul Ghilmana 2x)

Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana…
Isytaqnalik (Wal Hawa Nadaana 2x)

Astadil Hasan Wal Husaini
’Ilanna Biqurrot ’Aini
Ya Syabbal balul Jannataini
Jaddukum Shohibul Qur’ana 2x)

Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana…
Isytaqnalik (Wal Hawa Nadaana 2x)

Ya Thoybah Ya Thoybah
Ya Dawal Ayaana…
Isytaqnalik (Wal Hawa Nadaana 2x)
Share:

Ya Nabi Salam ’Alaika

Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika

Asyroqol Badru ’Alaina
Fakhtafat Minhul Buduruu
Mitsla Husnik Maa Ro’aina
Khottu Ya Wajha Sururii

Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika

Anta Syamsun Anta Badrun
Anta Nuurun Fauqo Nuuri
Anta Iksiru Wagholi…
Anta Misbahus Shuduri

Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika

Ya Habibi Ya Muhammad
Ya ’Arusal Khofiqoini
Ya Muayyad Ya Mumajaad
Ya Imamal Qiblataini

Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
Share:

IKLAN

IKLAN

Definition List

Unordered List

Support